ASMARADANA

Gegaraning wong akrami. Dudu bandha dudu rupa. Amung ati pawitane.
Luput pisan kena pisan. Yen gampang luwih gampang.
Yen angel, angel kalangkung. Tan kena tinumbas arta.

R. Ng. Yasadipura

Lukvi Raharasi

LUKVI RAHARASI

Dalam kehidupan, saya percaya pada serendipity, bahwa segala sesuatu terjadi karena sebuah alasan.

Pertemuan dengan Arif merupakan suatu kebetulan dan akhirnya menjadi kejutan yang menyenangkan yang terjadi dalam hidup saya.

Ternyata Arif itu nggak sekadar "numpang lewat" dalam hidup saya. Tuhan kan bekerja dengan cara yang misterius dan menyentuh kita lewat orang-orang di sekitar kita. Begitu juga alam semesta.

raharasi

Arif Riyanto

ARIF RIYANTO

Barangkali tak banyak intensitas pertemuan kami sejak bertemu di pertunjukan Teater Garasi 2016 lalu.

Obrolan kami tetap didominasi seputar pekerjaan via surel, WhatsApp atau sesekali via telepon.

Hingga pada akhirnya sebungkus besar KitKat dan sekotak pempek menjadi pemicu bagi saya untuk ngobrol lebih dalam dengan Lukvi.

Lalu saya sadar, Lukvi-lah yang saya perlukan.

arifriyanto

PERIHAL KISAH

Setiap orang memiliki kisahnya sendiri hingga menemukan seseorang yang mampu menguatkan pribadi dan membuat hidup terasa lebih lengkap.

Demikian juga kami.

Tuhan merencanakan dan mengarahkan hidup kami dengan cara-Nya yang membuat kami percaya bahwa Yang Maha Baik melihat, mengenal, dan memberi yang terbaik untuk masa depan kami.

Lukvi & Arif
PERKENALAN PERTAMA

Kami dipertemukan dalam sebuah pekerjaan, melalui surel.

"Halo Mas Lukvi. Salam kenal". Surel pertama yang Arif tulis kepada Lukvi. Arif menggunakan sapaan "Mas" alih-alih "Mbak" dan membuat Lukvi sedikit keki karenanya.

Lalu berbulan-bulan setelahnya, kami tetap berkomunikasi sebatas pekerjaan hingga salah satu dari kami mulai berpikir bahwa tema selain pekerjaan sepertinya juga asik untuk diperbincangkan.

Lukvi & Arif
PERTEMUAN PERTAMA

Gothoe Institute Jakarta adalah tempat kami bertemu pertama kali untuk menonton teater Garasi.

Dan Cikini menjadi tempat Lukvi pertama kali mendengarkan Arif bicara lebih serius mengenai hubungan kami. Antara bingung dan senang, tentu saja. Banyak hal yang Lukvi harus pikirkan sebelum memberikan jawaban.

Obrolan panjang melalui surat elektronik, pertimbangan-pertimbangan, tanya-jawab ke diri dan satu sama lain, akhirnya berakhir dengan jawaban : Ya.

Lukvi & Arif
MELAMAR

2 Desember 2017, Arif dan keluarganya datang ke rumah Lukvi untuk berkunjung. Berkunjung saja niatnya, tidak lebih.

Secara tiba-tiba, muncul ide, "Bagaimana kalau langsung lamaran saja?" kata Ayah Lukvi.

Lalu besoknya, kami baru menyadari bahwa kami hanya punya waktu tidak lebih dari 71 hari untuk mempersiapkan pernikahan.

11 Februari 2018

MENIKAH DALAM HITUNGAN:

PERNIKAHAN KAMI

Kami punya sedikit cerita. Izinkan kami membaginya. Mungkin tidak terlalu istimewa, tapi sungguh, ungkapan bahwa Tuhan tidak pernah menutup pendengaran-Nya terhadap doa hamba-Nya, itu nyata.

Kami ingin pernikahan yang sederhana. Pernikahan yang dipersiapkan penuh sukacita, dengan syarat-syarat rumit yang tak perlu ada.

Lukvi Raharasi
AKAD

Pukul 07.00 - 08.00 WIB

Pusdikbang SDM Perum Perhutani
Jl. Rimba Mulya No.11, Kartoharjo,
Kota Madiun, Jawa Timur

Arif Riyanto
RESEPSI

Pukul 10.00 - 12.30 WIB

Pusdikbang SDM Perum Perhutani
Jl. Rimba Mulya No.11, Kartoharjo,
Kota Madiun, Jawa Timur

CARA MENUJU LOKASI

Ada banyak cara untuk dapat sampai ke lokasi pernikahan kami. Kamu dapat kesana dengan pesawat, kereta api, bus atau kendaraan pribadi. Berikut detail untuk masing-masing moda transportasi.

Bus
Turun di terminal Madiun lalu lanjut dengan taksi konvensional, ojek pangkalan atau transportasi online (Go-Jek).
Kereta Api
Turun stasiun Madiun, lanjut taksi konvensional, online (Go-Jek) atau bisa juga dengan berjalan kaki sejauh 1,5km supaya sehat.
Pesawat
Turun di Bandara Jogja/Solo, kemudian lanjut bus atau kereta. Mau naik kereta eksekutif murah? pesan tiket kereta langsung dari stasiun h-2 jam.
Kendaraan Pribadi
Paling nyaman menggunakan kendaran pribadi. Setelah kondangan bisa lanjut berwisata ke Sarangan atau Tawangmangu.